photo AB230x90gif_zps839436ce.gif photo AB230x90gif_zps839436ce.gif
Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Lahirkan bayi prematur, PSK bongkar perdagangan orang di Baturraden

Lahirkan bayi prematur, PSK bongkar perdagangan orang di Baturraden

Lahirkan bayi prematur, PSK bongkar perdagangan orang di Baturraden


AHOKSEDUNIA


http://www.ahoksedunia.com/

Kepolisian Resor (Polres) Banyumas Jawa Tengah membongkar kasus perdagangan anak di bawah umur Baturraden. Tiga korban berinisial O (16), A(16) dan T(16), warga Banyumas dijadikan pekerja seks komersial (psk) sejak 2015.

Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berinisial O melahirkan bayi prematur di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. "Kami mengetahui adanya informasi dari warga, jika salah satu korban O melahirkan bayi prematur 7 bulan. Kemudian korban menyebut masih ada teman lainnya yang berada di Gang Sadar," kata Kepala satuan reserse dan kriminal Polres Banyumas, AKP Andi Kadesma, Sabtu (11/6).

Dari hasil pengembangan penyelidikan dan keterangan korban, petugas Polres Banyumas menangkap lima tersangka, yakni Supeno (44), Hanifah (42), Elsa Yubalevi (20), Wartim (48) dan Riyadin (44). "Kelima tersangka tersebut, berperan sebagai germo atau muncikari, perekrut dan pencari korban. Bahkan, tiga orang tersangka merupakan satu keluarga, ayah, ibu dan anak," ungkapnya.

Andi mengemukakan, ketiga korban tersebut diiming-imingi bekerja di tempat enak dan bisa mendapat gaji besar.

"Modusnya korban dibujuk rayu untuk dipekerjakan di suatu tempat. Setelah direkrut mereka dibawa ke Gang Sadar Baturraden," lanjutnya.

Ketiga korban, jelas Andi, setiap hari harus melayani tiga pria hidung belang dengan bayaran Rp 150 ribu per tamu. Kemudian setelah habis main, bayaran tersebut dibagi dua dengan muncikari.

"Pendapatan muncikari mencapai Rp 6 juta per bulan untuk satu orang," ujarnya.

Menurut Supeno, salah satu tersangka, uang pembagian hasil disetorkan untuk keamanan dan paguyuban di Gang Sadar. Termasuk penghubung atau makelar yang mencari pria hidung belang.

"Kami dapat Rp 75 ribu. Tetapi, kita kena biaya macam-macam, paling bersih Rp 30 ribu. Di situ ada paguyuban, buat penghubung, makan juga dari kita," ucapnya.

Sedangkan untuk mendapatkan calon PSK di Gang Sadar, Supeno mengaku sudah ada orang mencari. Sehingga selama ini dirinya hanya banyak menerima. "Tetapi, kami tidak pernah menjanjikan kerja enak dan dapat gaji besar," ujarnya.

Dia menjelaskan, perempuan yang akan bekerja di Gang Sadar biasanya sudah tahu pekerjaan bakal dilakoninya. Tetapi, lanjut Supeno, untuk data pekerja di bawah umur, dia mengakui ada pemalsuan data.

"Kalau di bawah umur, kita memang ketentuannya harus di atas rata-rata (18). Hanya saja kenyataannya seperti itu, kelanjutannya akhirnya pemalsuan data," ujarnya.




0 komentar:

Posting Komentar

Gallery




About Us

photo AB230x90gif_zps839436ce.gif